Resensi Novel "Pudarnya Pesona Cleopatra"

PUDARNYA PESONA CLEOPATRA



IDENTITAS BUKU
Judul Buku       : Pudarnya Pesona Cleopatra          
Pengarang       : Habiburrahman El Shirazy
Tempat           : Jakarta
Penerbit          : Republika, 2005
Edisi                : Soft cover
Gambar Buku   : Lukisan seorang lelaki
Warna Buku     : Coklat kehitam-hitaman
Panjang Buku   : 20,5 cm
Lebar Buku       : 13,5 cm
Tebal Buku       : viii + 111 halaman
Bahasa            : Indonesia
Harga              : Rp. 25.000,00

SINOPSIS
Novel mini pertama
Judul               : Pudarnya Pesona Cleopatra
Tema               : Kisah seseorang yang menganggap kecantikan adalah segalanya.
Alur                 : Campuran (maju mundur)
Sudut pandang : Penulis sebagai orang pertama.

          Ibu menjodohkan aku dengan anak teman karibnya, Raihana namanya. Dia dua tahun lebih tua dariku tapi mukanya yang baby face terlihat enam tahun lebih muda. Selain itu, dia juga lulusan terbaik di kampusnya dan hafal Alquran. Entah kenapa, aku tidak bisa mencintainya. Demi ibu, aku menuruti keinginannya untuk menikah dengan Raihana. Hari pernikahan itu tiba, aku duduk di pelaminan bagai mayat hidup dengan hati hampa dan tanpa cinta. Tepat dua bulan setelah pernikahan, kubawa Raihana ke rumah kontrakan di pinggir kota Malang. Tetapi, bibit-bibit cintaku tak juga tumbuh.
Kelihatannya tidak hanya aku yang merasakan hal ini, Raihana juga. Hari terus berjalan dan komunikasi kami tidak berjalan. Dan sudah satu bulan lebih aku tidak tidur sekamar lagi dengannya. Setelah satu tahun, Raihana hamil. Saat usia kehamilannya memasuki bulan keenam, Raihana meminta ijin untuk tinggal bersama kedua orangtuanya dengan alasan kesehatan. Dia juga memintaku mencairkan tabungannya untuk menambah biaya persalinan.
Perjalanan hidup pak Agung dan pak Qalyubi menyadarkan diriku. Aku teringat Raihana dan ingin berjumpa dengannya. Aku ke kontrakan untuk mengambil ATM Raihana dan menemukan puluhan kertas merah jambu. Ternyata itu adalah surat-surat ungkapan batin Raihana yang selama ini aku zhalimi. Tak terasa air mataku mengalir, dadaku sesak oleh rasa haru yang luar biasa dan tangisku meledak. Cinta itu datang dalam keharuanku. Seketika itu, pesona Cleopatra memudar berganti cahaya cinta Raihana yang terang di hati. Segera kukejar waktu untuk membagi cintaku pada Raihana. Tetapi ibu mertuaku justru bilang kalau Raihana telah meninggal satu minggu yang lalu karena terjatuh di kamar mandi. Dia dan bayinya tidak selamat meskipun sudah di bawa ke rumah sakit. Aku menangis tersedu-sedu, hatiku sangat pilu dan jiwaku remuk. Ketika aku sedang merasakan cinta yang membara pada Raihana, ia telah tiada.
          “Orang yahudi mengawinkan anaknya dengan seseorang karena harta. Orang nasrani mengawinkan karena keindahan. Dan orang arab mengawinkan karena nasab dan keturunan. Sedangkan orang muslim mengawinkan anaknya karena melihat iman dan takwa. Anda tinggal memilih, masuk golongan manakah anda? “                     -dikutip dari karya Habiburrahman El-Shirazy-

Novel mini kedua
Judul               : Setetes Embun Cinta Niyala
Tema               : Kisah akhwat yang menggadaikan dirinya demi melunasi hutang ayahnya.
Alur                 : Campuran (maju mundur)
Sudut pandang : Penulis sebagai orang ketiga.

Ia mendapat surat penting dari ayahnya yang isinya kalau pak Haji Cosmas datang melamarnya untuk diminta menjadi Roger. Ayah tiada berdaya karena terlalu banyak ayah berhutang budi pada beliau termasuk hutang ayah yang delapan puluh juta. Insya Allah ayah akan datang bersama kakak saat wisuda. Pak Haji Cosmas adalah sintua atau pembantu pastor yang kini masuk Islam. Dan Roger adalah laki-laki yang telah mencoba berbuat kurang ajar dan merenggut kehormatannya saat ia masih duduk di kelas empat SD. Sekarang Niyala tinggal bersama Umi. Umi adalah teman ibu kandungnya saat belajar di Diniyah Puteri Padang Panjang. Saat ibu kandungnya sakit keras, diam-diam ibunya nulis surat wasiat kepada Umi yang isinya minta tolong jika dirinya meninggal Umi mau mengasuh puterinya Niyala dan menganggapnya seperti anaknya sendiri.
Sudah tiga tahun ia tidak melihat anak laki-laki Umi yang sudah dianggap kakaknya sendiri. Terakhir dia melihat saat pulang usai menyelesaikan S1 dari Al-Azhar, setelah itu kembali lagi ke Mesir lalu kabarnya terbang ke Inggris. Kepulangan Faiq memang membuat Umi sangat berbahagia. Anak lelakinya itu benar-benar gagah, tampan, senyumnya mengikat, nada bicaranya enak dan bacaan Alqurannya saat mengimami shalat maghrib sangat indah dan enak di dengar.  Saat Faiq dan Niyala menjemput ayah dan kakak kandung Niyala ke Pulo Gadung. Di tengah perjalanan Niyala mengajak Faiq turun dan menceritakan perihal surat dari ayahnya secara terperinci. Niyala juga meminta bantuan Faiq untuk menolak lamaran pak Cosmas.
Kedatangan Pak Rusli Hasibuan dan Herman disambut hangat oleh Umi. Malam itu nampak lima orang duduk di meja makan. Pak Rusli membuka suara dengan menanyakan Niyala perihal lamaran pak Cosmas. Tetapi justru Faiq yang berbicara. Faiq mengatakan kalau Niyala telah mencintai seseorang dan sudah terjalin tak kurang dari sebelas tahun. Dan orang itu adalah Muhammad Faiq bin Saiful Anam yang tak lain dirinya sendiri. Umi, pak Rusli dan Herman pun merestui mereka. Faiq memberi tahu bahwa Akad nikah akan di laksanakan malam ini juga tepatnya dua puluh menit lagi di Aula Islamic Centre. Dalam acara yang sakral itu, Faiq memberikan mahar sebuah mushaf cantik dari Cairo, uang tunai senilai delapan puluh lima juta rupiah dan hafalan surat Ar Rahman. Acara akad nikah yang indah itu selesai tepat pukul dua belas kurang sepuluh menit.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Buku ini termasuk dalam Novel Psikologi Islami Pembangun Jiwa karena di dalamnya menceritakan kehidupan sehari-hari yang berkaitan erat dengan Islam untuk membangun diri kita kearah yang lebih baik.
Buku ini mengemas dua novel mini dengan ending yang berbeda. Di akhir novel mini yang pertama, suasana sedih sangat menyelimuti pembacanya. Dan happy ending di akhir novel mini yang kedua begitu hebat dan sangat tidak terduga.
Novel mini pertama berjudul Pudarnya Pesona Cleopatra berisi pergolakan batin yang sangat hebat antara keinginan dan kenyataan yang dihadapinya sampai akhirnya ada kesadaran yang terlambat penuh penyesalan. Jangan menilai wanita hanya dari kecantikannya, karena sesungguhnya kecantikan batin lebih berharga dari kecantikan lahiriah yang terkadang menipu. Novel mini kedua berjudul Setetes Embun Cinta Niyala. Dalam novel ini Niyala adalah  seorang akhwat yang demi melunasi hutang ayahnya dia menggadaikan dirinya kepada laki-laki yang dulu pernah berusaha memperkosanya.
Kemampuan sang penulis membuat deskripsi dalam otak kita dan membawa kita ke alam khayalan sangat bagus dan membuat pembaca hanyut dalam emosi para pelakunya. Disisipi dengan ayat-ayat Al Qur'an dan ending dari masing-masing cerita pun tidak terduga-duga.
Alur cerita yang pendek menjadikan cerita ini mudah dipahami dan dinikmati. Dalam waktu singkat, pembaca dapat merasakan keharuan, penyesalan dan kebahagiaan yang sangat berkesan dari novel ini. Berlatar pada kehidupan sosial yang kental dengan nilai, norma dan budaya yang masih menyanjung tentang kesetiaan, kehormatan, kasih sayang dan tenggang rasa. Dan juga tentang budaya Mesir yang jauh berbeda dengan kehidupan sosial di Indonesia khususnya Jawa.
Gaya bahasa novel ini sangat sederhana namun indah. Dapat dicerna oleh semua kalangan. Selain itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari sehingga kita dapat dengan mudah memahami isi novel ini. Terdapat juga bahasa perumpamaan tetapi masih dapat dimengerti karena masih dalam lingkup keseharian. Namun dengan adanya selingan bahasa jawa dalam ceritanya, membuat pembaca bingung dalam memahami makna secara keseluruhan dalam satu paragraf. Apalagi jika pembacanya bukan orang jawa. Penggunaan selingan bahasa jawa dalam novel ini untuk menampilkan nuansa daerah yang sesuai dengan latar ceritanya.
Novel ini  sangat bagus untuk mengisi waktu luang dan untuk sedikit memuhasabah diri . Apalagi di dalam novel ini banyak pesan-pesan yang sangat berguna untuk memperbaiki diri kita. Dan sangat bagus untuk memberi motivasi para pembacanya.

SARAN
Membaca dua novel mini ini, rasanya saya tidak bisa melepas buku sebelum akhir cerita. Memang luar biasa novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini. Jalan ceritanya lebih sederhana, namun tetap meninggalkan kesan yang mendalam dan masih mewakili sebutan pada sampulnya yakni “Novel Psikologi Islami Pembangun Jiwa”. Meskipun akhir ceritanya ada yang sad ending, tetapi terdapat hikmah yang dapat kita petik sebagai pembelajaran.
Berdasarkan kelebihan dan kekurangan yang saya temukan dalam novel ini, maka dapat disimpulkan bahwa novel “Pudarnya Pesona Cleopatra” adalah benar-benar novel psikologi islami pembangun jiwa. Saya sarankan bagi para remaja untuk membaca novel ini. Kang Abik sendiri mengkhususkan novel ini bagi siapa saja yang menganggap bahwa kecantikan adalah segalanya. Novel ini layak untuk dibaca oleh berbagai kalangan.





3 komentar:

Djefi Febian mengatakan...

Misi Admiiin..mau nawarin, yang minat buku pudarnya pesona cleopatra bisa ke sini juga. http://www.aksiku.com/2013/11/jual-novel-bekas-pudarnya-pesona.html

botorejo greenpeace mengatakan...

ceritanya menginspirasi

ponpes Al madany mengatakan...

SAYA PENGEN BELAJAR BIKIN BLOG BAGUS KAYAK GINI ..

KALO CERITA NYA GAK USAH DIN TANYA LAGI. INI CAERITA YNG SANGAT MEMUKAU. KARYA KANG ABIK

Posting Komentar

indrinovii. Diberdayakan oleh Blogger.

news Studentsite

kamu pengunjung ke-

follow blog aku yaa :)

AUXILIARY 2010

AUXILIARY 2010

Full TAW ISE

Full TAW ISE
www.flickr.com
This is a Flickr badge showing public photos and videos from iin.indrinoviyanti. Make your own badge here.